Tampilkan postingan dengan label Music News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music News. Tampilkan semua postingan

05 Juli 2009

Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat

PT Tiga Rambu dengan dukungan dari TVS pada Sabtu (27/6) lalu, mengadakan konser dengan tema, Tertawa Itu Sehat, Narkoba Itu Jahat, di Panggung Kita di kediaman Iwan Fals, Dusun Kadal Meteng Leuwinanggung, Depok. Konser itu berlangsung meriah. Sepanjang acara cuaca sangat bersahabat. Kenapa manajeman Iwan Fals perlu menggelar konser itu? Selain memenuhi jadwal konser bulanan, juga ada kepedulian sosial. Sedikitnya ada empat juta korban narkoba di Indonesia. Tentu saja kita semua tahu bahwa persoalan narkoba bukan hanya urusan negara saja. Tapi urusan seluruh rakyat Indonesia. ”Masalah narkoba itu bukan urusan negara saja. Tapi urusan kita semua. Narkoba itu bikin kita sengsara. Kalau ketahuan bisa ditangkap polisi, masuk penjara. Makanya jauhi narkoba,” ungkap Iwan Fals dari atas panggung.
IMG_2680
Sebelumnya pada (19/6) juga diadakan Aksi Sosial Iwan Fals & Band yang diadakan oleh Tiga Rambu dan TVS, beberapa waktu lalu di salah satu organisasi masyarakat yang concern dengan pemberantasan Narkoba, GANNAS (Gerakan Anti Narkoba Nasional), di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Hingga beberapa pengurus GANNAS juga terlihat hadir di lokasi acara.
Untuk mempertegas sikap permusuhan terhadap Narkoba, Tiga Rambu juga mengundang BNN (Badan Narkotika Nasional) yang menggelar pameran yang intinya memberi wawasan pada fans, tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, lengkap dengan contoh-contoh narkoba serta leaflet anti narkoba. Selain itu, perwakilan dari BNN, yaitu dr. Viktor Pudjiadi, memberikan beberapa pengarahan terhadap pengunjung konser tentang bahayanya narkoba sebelum konser dimulai.
Konser dibuka lewat lagu Intermezo. Penonton yang hadir pada saat itu masih seperempat lapangan. Tapi makin lama makin bertambah banyak hingga begitu masuk lagu Asik Ga Asik, setelah lagu Berandal Malam Di Bangku Terminal dan Sumbang. Bersambunglah rangkaian lagu 17 Juli 1996, Lagu Tiga, dan Ambisi. Sugali, Frustasi, Gelisah, Aku Bosan, Nyanyian Preman dan Jalan Panjang Yang berliku.
IMG_2703
Setelah lagu tersebut, hadir salah satu bintang tamu konser ini yaitu Crossing Corner dengan vokalisnya Steven yang dikenal luas dari band Steven & Coconut Treez. Tak bisa dipungkiri, kehadiran mereka sangat memberi warna sehingga panggung menjadi lebih meriah.
Lewat lagu Sugali, Frustasi, dan Lilin-Lilin Kecil, Iwan berkolaborasi dengan Crossing Corner. Setelah itu melenggang sendiri menyanyikan lagu Pesta Pora. Banyak yang bilang penampilan Crossing Corner cukup menyenangkan dan memberi warna. Mengingat tembang-tembang lagu bernuansa reggae selera anak muda sekarang, jadi mengalir deras sore itu.
Pada konser ini juga, Iwan Fals membawakan lagu-lagu yang menginspirasi penonton dalam rangka pilpres yang sebentar lagi akan diadakan. Seperti di lagu Manusia Setengah Dewa yang didendangkan sendiri secara akustik oleh Iwan Fals. Selain itu, tembang yang memuncakkan emosi para penonton, Buktikan, sebuah tembang bernuansa politis yang mempertanyakan komitmen para politisi negeri ini. “Kita masih punya waktu untuk berpikir siapa yang kira-kira akan dipilih,” ujar Iwan. Tapi jika pilihannya antara narkoba dan tertawa, mestinya lebih memilih tertawa yang sehat. Menurut para ahli kesehatan, yang juga dikutip Iwan Fals, bahwa tertawa 1 menit setara dengan olahraga selama 45 menit.
Band pun naik ke atas panggung kembali, mengiringi Iwan membawakan deretan lagu berikutnya, yaitu Gelisah, Aku Bosan, dan setelah itu Hua Ha Ha, yang setajuk dengan tema konser hari itu, benar-benar bikin penonton cekakan, ada puluhan kali tawa terbahak Iwan Fals khusus di lagu ini, yang disambung oleh derai tawa terbahak para penonton.
Usai dendang lagu Hua Ha Ha, Iwan membawakan lagu Nyanyian Preman, ”Preman bahasa Inggris-nya Freeman, bahasa Belanda-nya Poorman,” tegas Iwan menjelaskan makna kata tersebut.
Setelah lagu Nyanyian Preman, tiba-tiba didendangkan nada lagu yang bukan lagu milik Iwan Fals, namun sangat familiar di kuping penonton. Lagu tersebut adalah lagu Kucing Garong, dan hadirlah bintang tamu kejutan berikutnya, Denada. Denada bersama Iwan Fals & Band secara otomatis membuat seluruh pengunjung ikut asyik bergoyang. Ternyata Denada tak kalah jago berjoget layaknya penyanyi-penyanyi yang membawakan lagu Kucing Garong lainnya. Hingga Iwan pun sempat mengikuti beberapa gerakan Dena, panggilan sapa Denada.
IMG_2729
Lagu yang cukup memberi warna, sekaligus jadi pemanis penampilan Iwan sore itu, Iwan membawakan Jalan Panjang Yang Berliku bersama Denada, yang mengakhiri “pesta silaturahmi”, begitu para fans Iwan mengistilahkan.
Denada sendiri yang dihubungi iwanfals.co.id usai acara, mengaku amat surprise bisa tampil sepanggung dengan Iwan Fals. Apalagi baginya sedari dulu, seorang Iwan merupakan idola baginya. ”Nggak usah nyanyi dua lagu, nyanyi ½ lagu aja bersama Iwan Fals, gue sudah senang,” tambahnya.
Terlebih lagi baginya, nafas dari konser yang bertemakan ”Tertawa Itu Sehat, Narkoba itu Jahat”, dirasanya perlu didukung, mengingat permasalahan itu jadi salah satu permasalahan anak muda sekarang ini. ”Aku ikut bernyanyi di depan para anak muda fans Iwan, aku sangat mendukung sekali, hingga pesan anti narkoba bisa turut ku gaungkan,” tambah Denada.
Beberapa fans Iwan yang sempat ditemui iwanfals.co.id usai acara menyatakan cukup gembira bisa hadir menyaksikan Iwan Fals manggung. Begitupun dengan pihak panitia yang menurut mereka sangat profesional. Menurut Bambang dan Dalbo, dua fans Iwan yang masing-masing berasal dari Ciputat dan Kuningan ini, perlu terus dipertahankan.
Lebih khusus, Bambang menurutnya mengaku lebih pas jika melihat Iwan tampil tanpa kolaborasi dengan bintang tamu. ”Penampilan Iwan lebih baik sendiri, ketimbang dengan menghadirkan bintang tamu, sebab Bang Iwan jadi kurang galak,” tambah nominator KaryaKita periode Panji-Panji Demokrasi ini.
Bahkan, bayangan ideal dari Bambang tersebut mengimpikan Iwan Fals bisa tampil bareng Swami atau Kantata Takwa. Berbeda dengan Bambang, Dalbo malah justru merasa nyaman-nyaman saja dengan kehadiran bintang tamu, ”Tetap asyik kok, dengan hadirnya bintang tamu,” tambahnya.
Yang se-ide diantara mereka berdua, mereka berharap Iwan Fals segera mengeluarkan album barunya serta terus berkreasi dan eksis di musik-musik kaum pinggiran. ”Maju terus bang Iwan, bikin lagu-lagu galak yang mengkritik,” tambah keduanya.
Sumber : http://www.iwanfals.co.id

Ambulance Zig-zag

Iwan Fals
Ambulance Zig-zag 
Deru ambulan memasuki pelataran
[00:30]rumah sakit yang putih berkilau
[00:35]didalam ambulance tesebut tergolek sosok tubuh gemuk
[00:40]bergelimang perhiasan
[00:42]nyonya kaya pingsan mendengar kabar
[00:46]putra nya kecelakaan
[00:51]dan para medis berdatangan kerja cepat
[00:55]lalu lansung membawa korban menuju ruang periksa
[01:00]tanpa basa-basi ini mungkin sudah terbiasa

[01:06]Tak lama berselang supir helicak datang
[01:10]masuk membawa korban yang berkain sarung
[01:15]seluruh badan nya melepuh akibat
[01:18]pangkalan bensin ecerannya meledak

[01:27]suster cantik datang mau menayakan, dia menyakan data si korban
[01:36]dijawab dengan jerit kesakitan
[01:40]suster menyarankan bayar ongkos...
[01:44]pengobatan...

01 Juli 2009

Versa Band

Versa Band,  begitu mereka menamakan Band mereka. Terdiri dari tiga orang Personil seperti gambarnya di samping :

(Dari Kiri ke Kanan)
Dhian Boy : Bass
Layunk : Drum
Harry : Vocal & Gitar 

Band asal Bandung ini mengusung aliran musik Pop Rock. Sampai saat ini, mereka telah menyelesaikan 6 lagu dari sekian banyak materi lagu yang belum sempat mereka rekam untuk diperdengarkan kepada publik. Mudah-mudahan semua lagu yang kami persembahkan bisa diterima dengan baik oleh para pencinta musik diseluruh Indonesia ungkap mereka.

Sukses buat kalian dan terus berkarya meramaikan Musik tanah air kita. Penasaran mau denger lagu-lagu nya ? Silahkan kunjungi blog mereka di http://www.versaonline.blogspot.com/

08 Juni 2009

Album Iwan Fals



Berikut adalah album-album Iwan Fals yang harus di koleksi bagi anda penggemar fanatiknya.

ALBUM SOLO IWAN FALS

Sarjana Muda, 1981
Opini, 1982
Sumbang, 1983
Sugali, 1984
Barang Antik, 1984
Sore Tugu Pancoran, 1985
Ethiopia, 1986
Aku Sayang Kamu, 1986
Lancar, 1987
Wakil Rakyat, 1987
1910, 1988
Mata Dewa, 1989
Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu, 1989
Cikal, 1991
Belum Ada Judul, 1992
Hijau, 1992
Orang Gila, 1993
Suara Hati, 2002
Manusia Setengah Dewa, 2004
50 : 50, 2008


ALBUM KOMPILASI IWAN FALS

Album Emas 1978-1988, 1989
Celoteh-Celoteh I, 1993
Tragedi, 1993
20 Lagu-Lagu Panggung, 1994
Celoteh-Celoteh II, 1996
Album No.1 Iwan Fals, 1997
Salam Reformasi II, 1997
Best Of The Best Iwan Fals, 2000
Indonesia dalam Berita, 2001
In Collaboration With, 2003
Iwan Fals In Love, 2006


ALBUM GROUP IWAN FALS

Kelompok Amburadul / Perjalanan, 1979
Yang Muda Yang Bercanda, 1980
Canda dalam Ronda, 1980
Canda dalam Nada, 1980
KPJ ( Ga' Tau kapan Tahunnya )
Swawi I, 1989
Kantata Takwa, 1990
Swami II, 1991
Lagu Pemanjat / Trahlor, 1996
Dalbo, 1993
Kantata Samsara, 1997
Konser Akbar Kantata, 1998
Kantata Revolvere, 1999


ALBUM IWAN FALS LAINNYA

Kemesraan, 1987
Terminal, 1993
Frustasi, 1981
Sirkus Barock, Bukan Debu Jalanan, 1991
Mata Hati, 1994
Orang Pinggiran, 1994
Anak Wayang, 1994
Bunga, Untukmu Galang, 1998
Prihatin, 1999


Kalau ada urutan atau kesalahan meletakkan Album Iwan Fals ini, tolong di koreksi ya. Mungkin juga ada yang terlewat karena hanya  inilah yang saya tahu.


Iwan Fals Duet Bareng Slank dan Oppie Andaresta



Tiga Rambu adalah manajemen Iwan Fals yang mesti mendapat sanjungan. Mereka sukses menggelar konser bulanan yang bertajuk Panji-Panji Demokrasi yang digelar pada Sabtu (30/5) lalu bertempat di kediaman Iwan Fals di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat menghadirkan bintang tamu Slank dan Oppie Andaresta.

Konser Bulanan Iwan Fals Duet Bareng Slank dan Oppie Andaresta ini memang berbeda dari konser bulanan sebelumnya, dengan hadirnya dua bintang tamu itu. Perlu diketahui dua musisi tamu adalah ikon anak muda yang memiliki jiwa protes dan anti kemapanan. Bisa dibayangkan, satu penyanyi yang kerap protes saja sudah bikin gaduh. Apalagi ada tiga tokoh. Jarang terjadi pertemuan tiga musisi yang digandrungi anak muda ini tampil dalam satu panggung.

Lantas apa maknanya bagi penonton dengan hadirnya mereka?

Sebentar lagi Indonesia bakal menghadapi hajatan besar yakni Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2009. Bagi Iwan Fals, Slank, dan Oppie punya kepentingan agar fans mereka tidak salah memilih dalam pilpres mendatang. Itu sebabnya konser bulanan kali ini diberi judul Panji-Panji Demokrasi, selain karena ikut merayakannya Hari Reformasi pada tanggal 21 Mei. Pun begitu dengan pemilihan lagu-lagu yang disuguhkan kepada penonton.

Konser dimulai pukul 15.15 WIB, dibuka dengan pengumuman para pemenang lomba Karya Kita oleh perwakilan Tiga Rambu, yaitu Kresnowati. Setelah itu diundang perwakilan dari Komnas Perempuan, yaitu Ibu Ninik Rahayu, selaku salah satu komisioner Komnas Perempuan, untuk menyuarakan pesan-pesannya berkaitan dengan isu kekerasan pada kerusuhan Mei 1998 khususnya terhadap perempuan, yang hingga saat kini masih buram masa depan penyelesaiannya.

Barulah Iwan Fals dan Band membuka panggung dengan lagu Untukmu Negeri. Iwan seperti memberi tanda kepada penonton sore itu untuk lebih konsentrasi pada bangsa dan negara. Jika salah dalam mengelola negara juga bisa berdampak buruk bagi seluruh rakyat Indonesia. Rakyat yang miskin bisa makin miskin. Dan yang kaya makin kaya.



Usai lagu Untukmu Negeri, penonton lagu dijejali lagu Anak Zaman, Perjalanan Waktu dan Songsonglah. Andai pun Iwan tak berkomunikasi dengan penonton, lagu-lagu yang ditampilkan cukup bisa dimengerti pesan yang ingin disampaikan.



Suasana panggung sedikit haru manakala Iwan Fals membawakan lagu Karena Kau Bunda Kami sekaligus memunculkan bintang tamu Oppie Andaresta. Oppie cukup lama vakum dari dunia musik. Tapi belakangan Oppie ingin bangkit lagi dan meramaikan blantika musik Indoneisa. Penampilannya di Konser Bulanan bisa menjadi salah satu jembatan menyapa penggemarnya. “Oi..!” teriak Oppie menyapa penggemar Iwan Fals. Anak-anak Oi memang terkenal santun. Mereka tak pernah komplain terhadap bintang tamu yang mengisi di konser bulanan. Mereka seperti memberi ruang untuk berekspresi, yang penting damai.

Oppie seperti ingin mengajak bernostalgia dan memberi harapan lewat lagu Cuma Khayalan. “Apakah mungkin menjadi kaya tanpa kerja? Tanpa korupsi? Rasanya tidak mungkin,” cetus Iwan Fals yang disambut heboh penonton. Usai Oppie membawakan lagu Cuma khayalan, panggung semakin memanas. Tak ada lagu-lagu yang bertempo lambat. Dari lagu Hura-Hura, Potret, Panji Demokrasi, Nocturno, hingga Pangeran Brengsek, penonton seperti disadarkan untuk lebih memperhatikan kehidupan politik. “Mudah-mudahan calon presiden bukan tentara sungguhan. Jadi masih punya hati nurani,” ungkap Iwan Fals.



Usai membawakan lagu Pangeran Brengsek, Iwan Fals mengundang Slank untuk naik keatas panggung. Dinyanyikanlah lagu Tong Kosong, SPK, Orkes Sakit Hati, dan Kuda Lumping. Lagu-lagu yang dibawakan secara kolaborasi antara Slank dengan Iwan Fals tersebut penuh dengan nuansa pengharapan terhadap pemerintahan yang lebih baik.

Akhirnya, konser yang secara terus-menerus pada tempo yang tinggi ini masih terdapat puncaknya, yaitu pada saat Iwan Fals serta band-nya, dengan Slank dan Oppie bersama dalam satu panggung membawakan lagu hits Iwan, Bongkar. Pada akhir lagu, Iwan Fals sempat berseru, “Kalau sudah tidak benar, bongkar! Bongkar! Bongkar! ...Lalu pasang lagi,” dan akhirnya ia mengucapkan salam.

Sementara itu, beberapa fans Iwan Fals maupun Slank yang ditemui iwanfals.co.id usai pelaksanaan konser mengaku senang dan berkesan dengan digelarnya konser kolaborasi tersebut, dan berharap Iwan dan Slank bisa tampil bareng lagi. “Iwan Fals the best-nya musisi solo. Sementara Slank the best-nya group band. Kami sangat senang,” tambah Rika (35), Slanker asal Bandung.



Disamping itu, harapan lain juga datang dari Bam (23) Slanker, dia berharap agar ke depannya baik Slank maupun Iwan Fals juga banyak menulis lagi lirik-lirik sosial. “Karena hanya mereka, Slank dan Iwan yang selama ini berani menulis kritik-kritik sosial, maupun kisah kaum minoritas,” tambahnya.

Sementara, Rijal dan Jalu, dua fans Iwan Fals asal Bandung, mengungkapkan hal senada. Mereka berharap konser bareng Iwan dan Slank bisa semakin sering digelar. Hari ini bahkan, mereka senang bahwa pemandangan sesungguhnya Slanker dan fans Iwan yang damai atau peace, bisa terwujud. Meski sebetulnya Slanker dan Oi memang lebih banyak akurnya. Hanya, media yang terkadang lebih suka memuat kekisruhannya. Apalagi mereka datang dari jauh, “Kalau rusuh kan tidak asyik,” kata Rijal, Oi asal Bandung.

Setelah konser Panji-Panji Demokrasi, Iwan Fals, Slank dan Oppie Andaresta melakukan jumpa pers. Dalam kesempatan tersebut, ketiga musisi ini, terlihat begitu akrab. Bahkan Iwan Fals menyatakan, kalau dirinya ingin sekali bisa tampil satu panggung dengan Slank dan Oppie di lain waktu. Namun, ia belum bisa memastikan kapan. “Semua itu tergantung pada sponsor yang mau berdedikasi pada musik nafas kami,” ujar Iwan.

Mengenai situasi politik yang baru baru ini sedang menghangat, ketiga musisi ini menyatakan tidak mempermasalahkan banyaknya capres dan cawapres dari kalangan militer. “Yang jadi masalah justru kita masih banyak pekerjaan rumah tentang belum terselesaikannya kasus tindak kekerasan dan penghilangan paksa dimasa lalu. Sebagai pemusik, kita hanya bisa melakukan proses penyadaran dan tanggung jawab tentang demokrasi melalui lagu-lagu saja,” ungkap Iwan yang diamini oleh seluruh personil Slank dan Oppie.



Pada kesempatan tersebut, mereka setuju berharap, siapapun yang nanti terpilih, dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain itu, mereka juga berharap, presiden nanti akan mampu mengangkat wibawa negeri ini, di negara luar.


Di Comot 100 Persen Dari : http://iwanfals.co.id 
Oleh: Teguh Siswoharsono dan Andri Oktavia

Header Ads